Aku tak tau mengapa merantau serasa menjadi bagian dari hidupku.Rasanya sulit bagiku untuk lepas darinya. malah kini rasa cintaku padanya serasa makin tinggi. setinggi angan ku untuk merantau lebih jauh lagi. AKU INGIN MERANTAU LEBIH JAUH LAGI. 
Kata-kata itulah yang selalu menggema dalam diri ini. bukannya aku ingin lari dari keluarga, namun aku ingin l;ari dari ketidak ingin tahuan orang yang ada di sekelilingku.

oh.... tuhan.
mudahkanlah aku meraih cita-citaku.
agar aku mampu membahagiakan keluargaku, terutama ayah dan ibuku.....
 
kepada pengguna internet, hati2 kasus penipuan online seperti contoh berikut ini
 yg akan di kirim ke banda aceh. tp si peni pu yg memiliki akun fb yg bernama Venus Cellular dan memiliki blog dengan alamat blog http://venuscellular.blogspot.com/  yang sebelumnya telah berhasil menipu saya. dengan menyuruh saya mentransfer uang ke no rekening atas nama : Pujianto Nugroho dengan No. Rek : 3409-0100-0340-502 sebesar 800.000 rupiah.
berikut bukti bahwa saya telah transfer uang sebesar: 800.000,-



 Pada keesokan harinya. si penipu itu bilang bahwa barangnya sudah sampai. Dia meminta saya transfer uang lagi sejumlah 800.000,- lagi karena saya pesan BB gemini 2 buah yang 1 nya dia hargai dengan 1000.000. namun karena saya pesan 2 buah, maka discount 20%. sehingga jumlahnya 1600.000,- tapi ketita saya minta bertemu dengan orang yang ia sebut pegawai http://www.tiki-online.com/ itu, ia menolak dengan alasan bahwa takut terjadi penipuan. dan alasan lain lagi ia takut menyalahi aturan dari perusahaan  http://venuscellular.blogspot.com/. dari situ saya mulai curiga. hingga saya berusaha untuk pergi ke kantor TIKI cabang Banda Aceh dan ternyata benar bahwa itu penipuan.
karena kalau TIKI cabang Banada Aceh memiliki kode BTJ sedangkan yg di krim ke inbox fb saya memiliki kode BDA.


Hati-hati penipuan di dunia maya ya kawan !!!!!
saya salah satu korbannya.






Menidurkan bayi adalah sebuah budaya yang ada hampir di seluruh belahan dunia manapun. Meskipun di setiap tempat berbeda-beda cara menidurkannya. Seperti halnya di Indonesia yang paling terkenal atau yang paling sering di sebut-sebut adalah Nina Bobo atau Menina Bobokan bayi.
Seperti yang saya katakan tadi, cara Menina Bobokan atau Menidurkan Bayi berbeda-beda di setiap wilayah. Begitu halnya dengan di Takengen. Sebuah nama tempat yang bersuku-kan suku Gayo.
Di Gayo, begitu orang sering menyebut daerah yang terdiri dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, cara menidurkan anak biasanya dengan Bejangin atau menyanyikan sebuah lagu yang liriknya terdiri dari bahasa Gayo dan Bahasa Arab.
Berikut petikan liriknya :
ﻻاﻟﻪاﻻاﻟﻠﻪ  ﻣﺤﻤﺪ رﺳﻮلﷲ
Anakku ni jema mutuah
Omore gelah lanyut
Rejekie gelah mudah.
Yang berarti :
Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah
Buah hatiku yang bertuah
semoga di panjangkan umur
dan di mudahkan rezeki
begitulah isi dari petikan lagu yang berfungsi untuk menina bobokan bayi di dataran tinggi Gayo. Mungkin cara menina bobokan bayi memang berbeda di seluruh tempat, namun satu hal yang perlu kita ketahui bahwa masa bayi adalah massa yang paling menentukan watak sang bayi. Apabila kita menunjukkan atau mendengarkan sesuatu hal yang baik di mata dan di pendengarannya maka semua itu akan secara langsung di respon oleh otaknya. Dan kesemua itu sungguh sangat menentukan watak sang bayi di waktu besar nanti.
Sekian, semoga dapat menjadi renungan !!!!!!!!!!!!!

“Hantu Semester”
Rasanya baru saja mataku terlelap, tiba-tiba jam yang ku cantumkan di alarm ponselku berdering. Kring-kring, kring-kring. Suara itu berulang-ulang menyanyikan lagu cempreng hingga membuat telingaku seperti di tendang bola. Sakit sekali. Akhirnya ku kuatkan hati untuk bangun dari tempat tidur indah tiada tara yang mampu menggoda mata untuk terlelap di dalam mimpi indah.
Dibalik suara cempreng alarm, ada alunan indah suara azan yang mengingatkanku untuk bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu. Satu persatu rukun berwudhu ku lakukan, mulai dari mencuci tangan hingga mencuci kaki.
Selesai shalat aku bergegas untuk mandi. Pagi ini aku harus cepat. Karena hari ini adalah hari yang paling ku benci. Bukan hanya hari ini, semua hari juga ku benci selain hari minggu dan hari libur.
Hari ini adalah hari senin. Seperti biasa setiap hari senin sekolah mengadakan upacara bendera dan seperti biasa juga setiap upacara bendera pasti ada pengumuman atau sekedar ceramah yang bisa membuat upacara menjadi lebih lama dan semakin menambah rasa bosan para peserta upacara.
“senin ini adalah senin terakhir untuk semester ini. Senin ini juga senin terakhir  untuk kelas I yang akan naik ke kelas II, dan kelas II yang akan naik ke kelas III.”  Begitulah kata pertama yang keluar dari mulut Pembina upacara.
 Di sambut dengan tepuk tangan dan sorakkan gembira peserta upacara yang aku tak terlalu mengerti apa yang mereka gembirakan. Ujian kenaikan kelaskah atau apa ? karena aku  sama sekali belum siap menghadapi ujian. Meskipun aku sudah berusaha belajar dari sebulan sebelum ujian.
Lalu di lanjutkan dengan: “ bagi yang belum ikut ujian semester satu, harap menjumpai guru yang bersangkutan. Dan bagi kelas I dan kelas II yang belum siap hafalan harap di selesaikan atau kalian tidak akan di perbolehkan ikut ujian semester genap”
Tiba-tiba muka peserta upacara menjadi ciut bagaikan kerupuk terkena air. Mungkin karena banyak beban tugas yang belum diselesesaikan.
“Upacara selesai. Dan barisan di bubarkan”, begitulah aba-aba yang keluar dari mulut MC upacara.
؏؏؏؏؏
Satu persatu peserta upacara meninggalkan lapangan upacara hingga sepi, yang menyisakan debu yang berterbangan di musim kemarau ini. Suara riuh menghiasi seisi kelas. Ocehan-ocehan pun keluar menambah semaraknya keributan kelas. Banyak yang mengeluhkan syarat-syarat ujian, tapi itu hanya berakhir begitu saja tanpa bisa terselesaikan.
Suasana kelas kembali tenang ketika guru masuk. Buk Astra adalah guru bahasa india. Dia terkenal sebagai guru yang sangat galak dan suka memberi tugas macem-macem. Kebetulan jam pertama ini adalah jam bahasa India.
Setelah mengucapkan salam dan ngomong ngalur-ngidul akhirnya pertanyaan yang amat di wanti-wanti para siswa terdengar juga. “Hajar, kamu sudah ujian semester satu?”. Dengan muka kusyut bagaikan pakaian belum di setrika si Hajar menjawab :” bbbelum buk”.
Hajar merupakan teman sekelasku. Memang dia tegolong anak yang malas juga nakal. Beberapa penghargaan sempat di raihnya yaitu penghargaan The Laziest Student of the year dan pembolos terajin sepanjang tahun. Ups.. kok aku jadi nyeritain si Hasan ? Kembali ke permasalahan awal
Belum lagi Hasan menarik nafas, tiba-tiba buk Astra menamparnya dengan satu pertanyaan lagi : “Hafalan semester II udah ?”. Dengan ragu-ragu Hajar menjawab : “ belum juga buk”.
“kamu ini ya, sudah di kasih hati minta jantung. Kamu punya otak gak sih ? udah semester I gak bisa ikut ujian belum nyadar juga.seharusnya kamu bisa belajar dari semester satu.. brrrbrrbrbrbrbrbrbrbrbrbrb……. Ocehan itupun berlanjut hingga tettt…. Tettttttt….. tettttttt  bel berbunyi. Waktunya istirahat.

Akhirnya Hajar bisa menarik nafas. Meskipun setelah istirahat ada pelajaran yang sangat ia takuti. Pelajran Budi Pekerti. Pengajarnya termasuk guru yang sangat ia segani.
Segera saja ia menggoda teman sekelas dengan harapan agar mau mengiakan keinginannya untuk berpura-pura mengatakan kalau dia sedang sakit di UKS. Itu adalah satu dari berpuluh-puluh alasan yang telah ia buat.
Tettttt…. Tetttttt…. Tetttttttt…… bel berbunyi. Semua siswa memasuki kelas kecuali Hajar si anak malas. Tampaknya guru-guru sudah hafal dengan tingkahnya sampai-sampai setelah melihat kekanan kekiri ketika absen guru tak lagi menyebut namanya, apalagi menanyakan kemana dia, atau atas alasan apa ia tidak ada di kelas. Mungkin guru-guru sudah capek menanyakannya.
؏؏؏؏؏
Tak terasa hari ini ternyata hari minggu. Ujian hanya tinggal menunggu jam saja, begitu kata guruku pada saat SMP. Tapi sepertinya tak ada sedikitpun inisiatif dariku untuk belajar. Malah aku berencana untuk pergi ke Water Park bersama teman-temanku.
Tak sedikitpun ada rasa takut yang terlihat di raut wajahku. Aku hanya menikmati setiap permainan yang ada di Water Park itu. Hingga sore menyapa baru ada terhentak di benakku untuk pulang.
Rasanya badanku terlalu lelah kalau aku harus belajar lagi setelah perjalanan yang ku tempuh cukup jauh untuk pergi ke Water Park itu. Akhirnya ku putuskan untuk tidur.
Tidak.. tidak… tidak….
Huh… huh… huhh….
Dengan terengah-engah bagaikan di kejar setan aku terbangun dari tidurku. Ternyata aku sedang mimpi buruk. Setelah merasa tenang, aku kembali melanjutkan tidurku. Meskipun aku tahu mata ku sulit terpejam setelah kejadian tadi. Setelah memejamkan mataku dengan terpaksa akhirnya aku terlelap juga.
؏؏؏؏؏
Kring-kring….. kring-kring….
Bekali-kali alarm membangunkanku. Namun sepertinya aku terlalu sulit untuk di bangunkan oleh si penyanyi organ tunggal yang bersuara cempreng itu. Mungkin perjalanku kemarin sangat menguras energiku.
Kring-kring…. Kring-kring…..
Akhirnya dengan malas-malas aku menarik phonselku untuk melihat jam sekaligus mematikan alarm.
Ha…….. aku terkejut. Ternyata sudah jam 07.25. dengan terburu-buru aku lari dari tempat tidurku. Hanya bermodalkan cuci muka dan gosok gigi langsung ku kenakan seragam sekolahku. Tampa menunggu motor panas langsung saja ku masukkan gigi dan melaju ke sekolah dengan kecepatan 80.

Baru saja aku mendekat dengan gerbang sekolah, tiba-tiba tettt…. Tetttt…. Tet…..  (bel masuk berbunyi) dan bang Satpam bergegas menarik gerbang sekolah. Dengan memasang muka melas aku memohon agar di izinkan masuk. Ternyata bang Satpam tertipu dengan muka memelasku dan memperbolehkanku masuk.
Segera saja ku parkirkan motorku dengan tidak memperhatikan lagi sudah benar atau salah cara memarkirnya. Dengan bergegas aku berlari, ku lihat dena ujian di madding sekolah. Ternyata aku ruang 011.
Baru saja aku mau berlari mencari ruanganku, terdengar ada seseorang yang memanggilku. Afra… penggilan itu terdengar beberapa kali tapi aku tak tahu dari mana asal panggilan itu.
Ku lihat kiri kanan ternyata ada di ruangan atas. Hey.. ku lambaikan tangan. Ternyata si Jufri,teman sekelasku  “ruangan kita di sini !”, teriaknya. “ia”, ku balas teriakannnya. Ku langkahkan kaki dan ku ayunkan tangan dengan kecepatan maksimum menuju ruang ujianku.

Ternyata aku kalah cepat dengan pengawas ujian. Untung saja pengawasnya buk Erna, guru muda, cantik dan guru yang paling baik sedunia. “kenapa kamu telat Afra ? ayo cepat masuk !”, katanya. “ia buk” jawabku sambil memasuki ruangan ujian dan langsung menuju tempat duduk ku yang tak kunjung berubah setiap tahun (di bagian depan).
Ku tarik kertas jawaban yang terjepit dengan kertas soal. Ku isi nama serta biodata lainnya. Selanjutnya ku baca kiat-kiat mengisi soal. Eik…. Ku teguk ludah ketika melihat “kartu ujian harus selalu di bawa pada waktu ujian”. Aduh aku lupa bawa kartu ujian. Tapi aku masih bisa tenang kalau buk Erna yang mengawas. Tapi entahlah jam ujian ke 2 apa aku masih bisa tenang.
Ku lihat soal nomor satu. Ha…. Teriakku dalam hati. Aku mulai risih dengan soal-soal yang termuat dalam kertas buram itu. Aduh sepertinya ujian hari ini aku hanya bisa menggigit jari (kataku dalm hati).
Ku lanjutkan ke soal berikutnya hingga selesai. Ternyata dari ke semua soal aku hanya bisa jawab 10 dan itupun belum tentu benar. Aggghhh… aku berpikir untuk  pakai cara lama. Mencoba melirik ke riri, ke kanan, dan ke belakang sambil bertanya dengan menggunakan sandi-sandi dan gerakan mulut tampa mengeluarkan suara.
Hanya beberapa soal saja mereka iakan untuk berbagi denganku. Selebihnya aku harus siap-siap untuk berpusing-pusing lagi.
Waktunya 15 menit lagi.
 “Afra kamu sudah siap ?” katanya setelah melihatku hanya terdiam sambil memangku tangan kiri dan tangan kanan memainkan pulpen.
“belum buk”, kataku sambil cengar cengir.
Aku mulai gelisah mendengar  kata 15 menit. Ku silang saja soal-soal yang belum terjawab dengan asal. Namun essay tak mampu ku isi satu pun.
Tettt…. Tettt…. Bel kembali berbunyi tanda waktunya istirahat. Semua teman-teman yang satu ruangan denganku mulai meninggalkan kelas satu persatu. Bertambah galaulah hatiku ini. Aaaa… aku hanya bisa pasrah. Ku kumpulkan kertas jawaban.
Waktu istirahat tak lagi ku hiraukan meskipun aku belum sarapan. Ku pergunakan waktu istirahat untuk belajar yang tentunya tak ampuh  lagi menolongku saat ujian jam ke 2 nanti. “Tapi tak apa lah yang penting aku sudah usaha”, kata ku dalam hati.

؏؏؏؏؏
Hari berganti demi hari. Satu persatu ujian telah terlewati meskipun banyak  accident-accident yang menerpaku pada waktu ujian.
Seluruh siswa berhamburan datang memadati lapangan upacara. Setelah semua embel-embel upacara terlewati akhirnya waktu yang di nanti-nanti datang juga. Pengumuman sang juara yang tak seharusnya di umumkan lagi karena semua siswa sudah hafal list nama-nama orang yang tergolong kedalam grup sang juara itu.
Satu persatu rentetan nama-nama itu di sebutkan oleh seorang guru yang di tugaskan untuk mengumumkannya. Mulai dari kelas XII satu persatu di urutkan. Sorakan-sorakan penipupun mulai menyemarakkan kebahagiaan para sang juara. Semua kelas telah di umumkan. Namun sepertinya tak satupun dari kesemua nama itu tertera namaku.
Semua siswa kembali memasuku kelas untuk mengambil rapor. Nama yang pertama kali di panggil adalah namaku. Setelah menerima rapor dengan beberapa harapan dan masukan dari guru, aku kembali kebangkuku.
Ku buka perlahan secarik demi secarik kertas yang terdapat dalam rapor. Sampai akhirnya…. Aku terdiam… “aaaaa….” Teriakku dalam hati. Nilaiku anjlok. Meskipun tak satupun tertera nilai merah dalam rapor. Tapi ini sungguh membuatku harap-harap cemas.
Ku tinggalkan sekolah dengan muka kusyut seperti pakaian yang belum di setrika. “Ooo.. inikah arti dari mimpi burukku bertemu hantu semester?” kataku dalam hati
Sampai di rumah masih dengan bentuk mukaku semula. Tetap kusyut. Tiba-tiba ayah membuka pintu, yang sangat ampuh mengagetkanku bagaikan tangan basah terkena setrum. “gimana hasil rapornya ?” kata ayah. Tampa menjawab pertanyaan ayah ku ulurkan tangan yang memegang rapor dan langsung  pergi meninggalkan ayah.
Ayah datang menghampiriku yang cemberut bagaikan bunga kuncup yang tak kunjung mekar sambil mengatakan “gak apa, orang pintar kan gak harus juara”. Aku mulai tenang dan tersenyum karena menyadari bahwa semua yang terjadi ya sudahlah. Kalaupun aku menyesal tak ada gunanya lagi. Karena semua telah terjadi.

Selesai………





26 APRIL 2011
 Selama ini aku selalu merasa kalau aku sangat di rugikan ketika aku mengerjakan kepentingan orang lain. Aku tidak menyadari bahwa sangat banyak orang lain yang sibuk mengerjakan kepentinganku. Orang itu adalah orang tuaku.
*      Mereka telah mengorbankan waktu luangnya untuk mencari biaya sekolahku yang merupakan adalah kepentingan massa depanku.
*      Mereka melupakan kebahagiaannya demi membuat ku bahagia.
*      Mereka rela memeras keringat agar aku sebagai anaknya tidak kelparan dan kesusahan.

Kini ku baru menyadari bahwa aku telah melakukan kesalahan besar itu. Walaupun aku belum bisa berbuat Sesutdu untuk mereka setidaknya aku harus bisa mengindahkan harapannya sebagai orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anak mereka sukses.
Aku ingin pengorbanan yang telah meraka kerahkan dalam menyekolahkan ku tidak sia-sia. Uang yang tak terhitung jumlahnya telah mereka keluarkan. Air keringat yang tak terbendung telah menjadi bukti bahwa mereka benar-benar telah melakukan tugasnya sebagai orang tua.
Itu semua tak menjadi beban bagi mereka hanya saja mereka berharap :
*      “kalau kami sudah tidak sekolah, kalian jangan sampai tidak sekolah”
*      “kalau kami jadi buruh, kami ingin kamu jadi mandor”
*      “kalau kami bodoh, kami ingin kalian pintar”
*      “kalau kami hidup melarat kami ingin kamu bahagia”
Kata-kata itulah yang sering keluar dari mulut mereka yang sekaligus telah menjadi angan-angan mereka sebagai orang tua. Mungkin mereka sering marah ketika mereka kecewa melihat tingkah-tingkah kita yang kadang sangat keterlaluan. Ex : malas-malasan, keseringan main.
Itu semua karena mereka terlalu khawatir kalau kita terlalu sering berbuat begitu kita akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah mereka lakukan.

Renungan :
Begitu banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan.
?????
Apa balasan kita ?????????????????????????
11 mei 2011
Di sela-sela kebosanaan akibat banyak tugas.

Hahaha….
Tawaan yang keluar dari setiap mulut teman seperantauanku. Hari ini adalah hari minggu. Bagi mereka yang berduit mereka akan pergi kemana saja yang mereka anggap dapat menghilangkan stress. Namun  bagaimana dengan mereka yang berdompet tipis ? mereka akan terdiam di rumah, bahkan mereka mengabaikan stress yang mereka punya. Memilih di rumah untuk tidur-tiduran atau sekedar bersih-bersih, mencuci pakaian atau pergi berlari pagi.
†††††

Tak ada keinginan keluar minggu hari ini. Ku hanya tertidur bermalas-malasan. Tiba-tiba phonsel busuk ku bordering. Ternyata ada pesan singkat : “ d mn ri ? ada rencana ke mana hari ni ?” begitulah isi pesan singkan dari seseorang yang tertera namanya Riza di phonselku. Ku balas pesan singkatnya : “ hanya di rumah saja, gak mau k mn2 lg bokek”. Pesan singkat berlanjut hingga berujung dengan ajakan untuk nongkrong di sebuah caffe yang menyediakan fasilitas Wi-Fi. Aku pun  mengiakan ajakan itu setelah ia berjanji akan membayar semua biaya makan di caffe.
Oya, Aku belum ceritakan siapa itu Riza. Riza adalah seoarang yang ku kenal di tempat perantauanku yang dulu yaitu pada saat di Ponpes Niboards. Kini dia melanjutkan sekolah menengahnya di sebuah sekolah berasrama di Banda Aceh. Dan kala hari minggu tiba dia akan keluar. Tentunya untuk melepaskan kejenuhan selama seminggu yang penuh dengan tugas-tugas yang serba membuat stress.
†††††
Sudah 2 jam kami duduk sambil menikmati fasilitas Wi-Fi. Ngomong ngaur-ngidul tak bermanfaat. Hingga berakhir dengan pulang. Tak puas hanya begitu, kami berencana akan mengunjungi seorang kakak kelas kami dulu yang bernama Lia. Tampa bertanya terlebih dahulu kami langsung menuju rumahnya.
Belum lagi sampai, lalu kami menghubunginya lewat phonsel. Kakak lagi di HLKM dek, katanya. Teleponan pun berakhir dengan harapan agar kami menghampirinya ke situ. Sepakat demi sepakat akhirnya kami setuju melaju ke HLKM dengan motor merah berpamplet Supra milik ayahku, tentunya telah di berikan kepada kami. Aku dan abangku.
Sampai di HLKM. Ngomong ngaur ngidul. Di sela-sela ngomong yang tak bermanfaat itu akupun teringat dengan seorang kakak kelas yang juga seperantauan denganku. Namun, beberapa bulan ini tak ada kabar darinya. Aku sudah mencoba menghubunginya tapi nihil akutak menemukannya. Semua temannya mengetahui rumahnya namun tak seorang pun yang tahu no phonselnya. Aku pun mencoba minta nomor phonselnya ke kak Lia da ternyata dia punya nomor phonselnya.

Singkat cerita, aku pun menghubunginya. Namanya kak Ilham. Ia kakak kelasku saat Mts.
3 tahun lebih tua dariku namun karena sekolah kami tersedia untuk Mts dan Ma.
Aku pun berencana akan datang kerumahnya sore ini. Namun, karena suatu dan lain hal aku pun sempat menunda beberapa kali. Sampai akhirnya aku benar-benar pergi ke tempat tinggal abang itu. Setelah berkeliling mencari rumahnya. Akhirnya sampai juga.
Rumahnya tepat di belakang mesjid yang paling terkenal di provinsi kami bahkan di seluruh Indonesia. Mesjid Baiturrahman. Namun dia tak tinggal di situ, meskipu dia memang tinggal di mushola. Dia tinggal di sebuah menasah atau mushola yang berada tepat di belakang mesjid raya.
Sungguh orang yang berhati mulia. Ia tak hanya tinggal saja di situ namun, ia juga bertugas untuk membersihkan mushola itu. Dikala setiap adzan berkumandang ia harus siap siaga jika tak ada yang mengkumandangkan adzan maka ia yang berkewajiban untuk menggantikannya.
Begitu juga dengan membersihkan mushola, setiap sebelum waktu shalat ia berkewajiban membersihkan mushala. Sungguh mulia bukan ? seorang mahasiswa yang berjiwa besar. Ia menghidupi dirinya sendiri dengan jalan yang benar.
Meskipun kondisi kamarnya tak sebagus penjaga mesjid lainnya. Kamarnya luas. Namun penuh dengan barang-barang mesjid seperti barang pecah belah bahkan kerangga pengangkat mayat satu kamar dengannya. Keinginan kuat yang di milikinya telah menghapus rasa takutnya.
Keluarganya memang bukan keluarga yang tergolonh kaya. Namun karena tekadnya yang kuat sehingga ia mampu bertahan di atas kejamnya hidup di Banda Aceh. Aku yang hanya menunggu kiriman setiap bulan bisa-bisanya mengeluh. Ternyata seberat atau setertekannya aku masih ada orang yang lebih tertekan dan merasakan pederitaan yang lebih berat.

Jangan suka mengeluh………………!!!!!





Banda Aceh, 
12-mei-2011
Menghisap darah orangtua
Baru saja ayam berkokok. Bahkan adzan belum meneriakkan waktu subuh.  Mobil L300 yang ku tumpangi baru saja sampai di kota dingin, Takengen. Dinginnya takengen tertusuk sampai ke tulangku. Satu persatu penumpang diantar ke rumahnya masing-masing.
Setelah beberapa penumpang di antar kini saatnya aku yang diantar. Ku bimbing sang supir dengan menunjukkan tanganku kearah jalan menuju rumahku. Rumahku memang tak terlalu jauh dari kota kabupatenku hanya saja perumahan di sana di kerumuni oleh kebun yang berserakan dengan pohon kopi. Setelah melalui kebun kopi yang panjang akhirnya sampai juga di rumahku.
 Ku ketuk pintu sambil mengucapkan : “Assalamu’alaikum”. Seperti biasa nenek akan membukakan pintu untukku. Nenek memang selalu bangun lebih awal. Untuk melakukan ibadah-ibadah sunat, shalat malam. Kalau semua sudah ia lakukan dan waktu subuh belum sampai maka dia akan meniru (bermain api). Begitulah kegiatanya sehari-hari.
Seperti biasa, ketika perpulangan aku selalu menyalami seisi rumah terutama ibu-bapakku dan tetangga-tetanggaku yang kebanyakan adalah saudaraku.
†††††


Sudah beberapa hari ku lalui di kampung halamanku yang asri dan terkenal dingin itu. Setiap hari berjalan dengan normal. Hanya saja terkadang aku tak sanggup menahan dinginnya kota kelahiranku itu. Bukan karena aku telah bersekolah di kota lantas tak kerasan di kampong, namun tubuhku seperti tak seia dengan hatiku yang ingin berlama-lama di kampong. Telihat dari kulitku yang bersisik dan tubuhku yang selalu di landa flue dan pilek. Di tambah lagi dengan keluarnya cairan-cairan dari hidung yang sungguh membuatku tak nyaman.
Meskipun begitu, aku tetap tak ingin melewatkan liburan ini. Apapun yang terjadi aku harus bertemu dengan Ayah, Ibu, Nenek, abang-abangku dan satu lagi keponakanku, Adel. Toh walaupun dingin aku bisa mengenakan sweater atau jacket. Apalagi nenekku suka muniru(maen api).
Keluargaku cukup ramai. Ada ayah, ibu, nenek, dan 3 abangku serta di tambah dengan kakak iparku dan keponakanku. Setiap waktu makan kami lahap bersama-sama.
Suatu hari saat makan malam, layaknya orangtua aku di nasihati ini-itu. Mendengar nasehat itu abangku yang paling besar ikut menasihatiku. Aku hanyak terdiam dan sesekali mengiakan nasehat mereka.
Tiba-tiba abangku yang paling besar bilang : “itu bilang juga sama bang Andy mu kalau kuliah yang bener, jangan ngerokok ! kemarin itu pas abang ke situ lihat ada rokok di lemarinya”. aku berusaha menyanggah kata-kata abangku itu dengan bilang kalau itu rokok temennya yang satu rumah.
Kebetulan aku dan abangku yang satu lagi satu perantauan dan satu kontrakan. Kami tinggal 4 orang di kontrakan aku, abangku, dan 2 tmennya yang lain.
†††††

Teringat dengan kata-kata ustadz ku di Ponpes: “menghisap rokok = menghisap darah orang tua”. Ponpes memang sangat melarang kami menghisap bahkan menyentuh rokok. Itu masih ku pegang sampai sekarang. Meskipun sekarang aku adalah siswa sekolah umum tapi aku tak tertarik dengan namanya rokok.
Tak mendengar apa kata orang. Katanya, gak merokok bencong lah atau apa lah yang terpenting aku tak menembah beban orangtuaku. Biaya tampa rokok saja sudah membuat mereka terbeban apalagi ditambah kalau aku merokok.
Abangku sudah merokok, aku jangan lagi.
Melihat dari pengalaman sehari-hari, abangku selalu lebih cepat habih uang sebelum sampai waktu pengiriman dan itu di sebabkan oleh rokok. Contoh lagi, teman abangku yang satu kontrakan sudah bekerja sebagai polisi. Sehari dia bisa menghabiskan dua sampai tiga bungkus rokok. Gajinya yang lumayan besar untuk orang yang masih muda sepertinya tidak cukup untuk sebulan. Itu juga di sebabkan oleh rokok.

Jadi, setiap kali akan merokok ingatlah : “merokok = menghisap darah orangtua”. Bayangkan saja orangtua kita mencari duit pontang panting, banting tulang mencari biaya untuk kita. Malah kita enak-enakan ngabisin duit buat yang tak bermanfaat. Bukalah mata dan batin kita sedikit agar kita bisa melihat dan merasakan betapa sedihnya orangtua kita.

Gubuk reotku, di perantauan.


Tanggal, 06 maret 2011

Gak ada yang luar biasa, semua biasa-biasa saja.
·        Ketika kita tinggal di kampong kita menganggap bahwa tinggal di kota itu luar biasa, atau kita menganggap bahwa orang kota itu luar biasa. Ternyata setelah kita mencoba tinggal di kota semuanya biasa-biasa saja.
·        Ketika kita tak memiliki barang yang orang miliki pasti kita menganggap bahwa barang itu luar biasa. Contohnya : blackberry itu luar biasa ya, Biasa ini-itu. Namun setelah kita memilikinya, tenyata biasa saja.
·        Ketika kita belum pernah menaiki pesawat pasti kita menganggap bahwa pesawat itu luar biasa. Namun setelah kita menaikinya ternyata biasa saja.
·        Ketika kita miskin kita menganggap bahwa orang kaya itu luar biasa,ternyata semua salah malah kaya belum tentu bisa membuat seseorang bahagia.
·        Pandangan pertama begitu menggoda tapi lama-lama biasa aja..
Ahggh………………
Semua biasa saja tak ada yang luar biasa, jadi tak perlu bepikir berlebihan !! anggap aja semuanya biasa-biasa saja.. hilangkan rasa takjub yang bisa menyilaukan mata, yang bisa membuat hati terluka, yang bisa membuat iri hati membara.

Ingat !!!!!
Tak ada barang yang luar biasa yang bisa menggugah selera.
Tak ada yang bisa memandang hina bila kita memiliki pribadi yang luar bisa.
Jadi, berusahalah menjadi orang yang luaar biasa……!!!!



adhari.abroader: ''Awal Ku MengenalNya": " Pertemuan kami tak terlalu romantis, Awalnya aku hanya ingin melihat-lihat sehingga aku terpe..."
            Pertemuan kami tak terlalu romantis, Awalnya aku hanya ingin melihat-lihat sehingga aku terpesona dengan keindahannya. Weh Kulus. itu namanya, perlahan aku menelusuri jalan hingga melihat sederet bangunan megah. ada tulisan boarding school di atapnya. oh.... sungguh mempesona. akupun mulai ingin metapnya lebih dekat. kulangkahkan kaki setapak demi setapak. ada sebuah gapura yang diciptakan oleh seniman hebat, menurutku. terpampan di temboknya karya seni yang sungguh indah. dari pecahan keramik yang disusun hingga membentuk seperti tikar. waw... mataku sungguh terpukau hingga tak ingin berkedip.
             Tiba-tiba Aku di kejutkan oleh sebuah banguna yang cukup besar dan terkesan mewah. Mesjid Rahmatullah itu namanya. tanpa di minta kaki kupun langsung berjalan menuju mesjid itu. waw..... aku di takjubkan oleh isi mesjid itu. mesjid tampa tiang. Aku terheran-heran.
             sungguh indah bukan. bisikan itu terdengar di telingaku. bisikan suci yang pada akhirnya menghantarkanku ke dalam penjara iman itu.
             akupun menelusuri seluruh isi tempat itu. dan sekali lagi memang sungguh mempesona. aku terbuai oleh isi tempat itu. dan akupun terpikat olehnya. hingga aku memilihnya sebagai tempat hidupku.
            Pesantren Nurul Islam itu namanya. NIBOARDS, panggilan akrab kami sehari-hari. tempat indah inilah yang telah memberikan ilmu yang begitu berguna bagi kami. yang telah memberikan harapakan kepada kami untuk bermimpi. bahkan untuk menggapai mimpi itu.
            Inilah kronologi bagaimana aku mengenalnya. Meskipun Aku telah jauh darinya tapi Aku tak kan pernah lupa bahwa Aku mengenalnya. dan keindahannya itulah yang tak kan pernah bisa membuta ku lupa.
I LOVE U NIBOARDS...............
wah..... khutbah jumatnya bagus banget. dapat ilmu lagi nih. coba khotibnya gini pasti gak kan ngantuk... oya plend ni dia ni ceramanya :

Sciences dan Intelektual
Siences dalam bahasa Indonesia di kenal dengan sebutan ilmuan. Sedangkan intelektual adalah cendikiawan.
Perbedaan di antara keduanya ada pada mottonya masing-masing yaitu : jika siences “know to know” yaitu mencari tahu untuk di ketahui sedangkan intelektual “know to change” mengetahui untuk merubah, tentu saja merubah ke arah yang lebih baik.
Kedua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan ilmu pendidikan. Yang dewasa ini telah membuat kita lebih maju dalam teknologi. Namun, sekarang ada permasalahan baru yaitu agama. Kita telah mengenyampingkan agama dalam memilih sebuah ilmu pengetahuan.
Sekarang timbul didalam benak kita, mengapa antara ilmu pengetahuan dengan agama tidak kita kolaborasi menjadi satu sehingga menghasilkan insan yang berilmu dan bertaqwa. Banyak para ulama muslim yang menggeluti ilmu sciences namun mereka tidak melupakan agama. Bahkan, mereka masih dikatakan sebagai ulama meskipun mereka adalah ilmuan. Contohnya ibnu sina yang seorang dokter sekaligus orang yang mengerti agama, bahkan ahli fiqh.
Lain dengan orang kita pada saat ini, mereka sangat tidak percaya dengan ulama yang berpolitik. Dan ketidak percayaan itu bukan tidak ada alasan, melainkan mereka tidak percaya dengan ulama yang berpolitik karena mereka takut ada unsur-unsur kotor  dalam berpolitik yang sering kita dengar di media masa. Ada kasus ini dan itu yang sangat berhubungan eret dengan politik. Andai saja politikus di negeri kita ini mendalami iptek dan science namun tidak meninggalkan imtak pastilah semua kasus itu tidak akan terjadi.
Intinya kita harus menekuni semua bidang ilmu, namun yang terpenting kita tidak melupakan agama. Karena agamalah yang terpenting dari semua itu yaitu science, teknologi dan lain sebagainya yang berbau dunia. Dengan agama semua hal yang menyimpang akan teratasi...



plend..... ni gak sepenuhnya isi khutbah tu, ada penambahan dan pengurangan. jadi kalau da yang slah. mohon maaf dan mohon di koreksi !!!!!


24 maret 2010.

Banyak yang berpendapat tentang dewasa.  7 dari 10 orang yang saya tanyai mereka beranggapan bahwa :Seorang dikatakan dewasa jika dia telah berani mengambil semua resiko hidup dan telah siap untuk berumah tangga.
Dan 3 di antaranya menjawab bahwa : seseorang di katakn dewasa jika ia mampu berpikir positif dan membangun serta berpikir ke depan, mengedepankan pikiran dan tak terlalu mengikuti keinginan akal.
Dari penelitian itu. Ups… saya nggak yakin juga apakah itu layak di katakana penelitian. Tapi ya sudahlah kita anggap aja itu penelitian.
Berarti hanya sedikit orang yang beranggapan bahwa orang dewasa adlah orang yang mampu berpikir kedepan, selebihnya mereka menganggap bahwa orang dewasa adalah orang yang berani berpacaran, dan hal-hal lainnya yang berbau orang besar. Jangan anggap orang besar disini adalah orang kaya !!.
Seperti contoh lain. Film yang di tv. Kalau minsalnya itu film ada adegan yang tidak layak di pertontonkan pasti tu film di katakan filmu dewasa. Jadi itu yang di maksud dengan dewasa ?? hmmm….. itulah sdikit dari penelitian kecil saya tentang persepsi masyarakat kita tentang dewasa.
Jika berbicara tentang dewasa kami ( saya dan teman saya waktu di pesantren )kami pernah ang berdebat tentang dewasa. Layaknya seorang yang berpendidikan, setiap argument yang keluar dari mulu kami harus di sertai dengan alasan.
Dan dari dikusi itu kami menyimpulkan bahwa : banyak yang beranggapan bahwa orang dewasa adalah orang yang telah mengerti sex, sudah besar (dari segi fisik). Dan sedikt yang beranggapan bahwa orang dewasa bisa di lihat dari cara berpikirnya.
Menurut saya sendiri, orang dewasa adalah orang yang telah mengerti kehidupan (baik itu bidang sex dsb,.), orang yang berpikiran maju serta selalu berpikir sebelum bertindak.
Buat kawan-kawan mohon tuliskan pendapat kalian tentang dewasa !!!
22 maret 2010
“HIDUP”
Banyak permasalahan yang kita hadapi. Namun permasalhan yang paling utama adalah “HIDUP”. Ia hidup. Hidup adalah sebuah masalah. Yang ketika kita mempergunakannya tidak sesuai dengan tujuan hidup itu sendiri. Jadi, hidup akan menjadi masalah jika kita melaluinya tak sesuai dengan tujuan di adakannya kehidupan.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah : apa tujuan di ciptakannya kehidupan ?
Mungkin saya tak tahu pasti, apa tujuan kehidupan ini di ciptakan. Namun yang jelas kehidupan ini adalah tempat kita berpetualang. Dimana di sekeliling kita ada hutan rimba yang dipenuhi oleh binatang buas. Yang suatu saat bias saja menghilangkan nyawa kita.
Hati-hati. Kata itulah yang harus kita pegang dalam menjalani kejamnya hidup ini. Hati-hati dalam membuat keputusan. Hati-hati berbuat. Hati-hati memilih, dan hati hati lainnya. jangan sampai karena ketidak hati-hatian kita petualangan ini berakhir si-sia tampa ada pengalaman  yang dapat di jadikan pelajaran.



mohon di koreksi ya....
mungkin logika ku ini salah

21 maret 2011

Hari ini adalah hari yang sangat mengembirakan bagi seorang ibu tua yang sangat merindukan kehadirat anak perempuan di dalam hidupnya. Betapa tidak, selama berpuluh-puluh tahun ia hanya di kelilingi oleh anak-anaknya yang kesemuanya berjenis kelamin laki-laki. Yaitu : Syahrial Ariga, Surya Ardi, Raihandi, dan si bungsu yang mandiri Adhari.
Setahun yang lalu, salah satu anak ibu itu meminta restu untuk meminang seorang gadis yang besukukan suku Jawa, yang bertempat tinggal tidak jauh dari kota kami. Bahkan kota itu adalah kota kami juga bertahun-tahun yang lalu, sebelum kota kami memutuskan untuk mandiri (membuat kabupaten sendiri).
Dia adalah Surya Ardi. Yang akrab kami panggil dengan sebutan Ardi atau bang Ardi, jika aku yang memanggilnya (panggilan seorang adik kepada abang yang lebih tua darinya). Padahal dia adalah anak yang kedua. Kami tak tau apa yang ada dalam pikirannnya. Apakah dia tidak memikirkan perasaan abang yang lebih tua darinya.
Permintaan itupun tak langsung ia torehkan kepada ibu, melainkan kepada seorang nenek tua yang sangat baik hati kepada orangtua kami (anaknya) dan kepada kami. Nenek, itulah panggilan sehari-hari kami padanya. Meskipun dia bukanlah nenek kandung kami, tapi ia memberikan sesuatu yang lebih kepada kami, dari pada anak ataupun cucunya sendiri.
Akhirnya nenek itupun bercerita kepada ibu, namun ibu hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun lalu ibu pergi dari hadapan nenek.
Selama berbula-bulan ibu mendiamkan semua keinginan abang kedua ku ini, bukannya ibu tidak ingin punya menantu. Tapi ibu tak tau dari mana ibu harus mendapatkan uang untuk persepsi pernikahan abangku itu, belum lagi ibu punya tiga tanggungan . Bangkul ( sebutan kami buat abang pertama. Yang berarti abang besar) yang masih kual sambil kerja sebagai tenaga honorer yang gajinya tak seberapa yang biasa di gaji tiga bulan sekali. Jangankan untuk kulyah, untuk minyak keretanya saja masih di minta ke ibu. ( kereta: sebutan sehai-hari kami untu sepeda motor).Bg Raihandi, yang masih kulyah dan Aku yang sedang SMA di  ibu kota provensi., juga menjadi bahan pikiran ibu.
Sudah enam bulan, permiintaan itu di diamkan oleh ibu, kebetulan Ayah memiliki kebun yang di hibahkan oleh nenek yang telah ku ceritakan tadi. Dan kebetulan lagi kebun itu adalah kebun kopi. Yang pada bulan ini menunjukkan bahwa dia ikut menyetujui keinginan abangku itu. Musim panenpun tiba. Dan hasilnya cukup memuaskan.
Mungkun itu rezeki abangmu, kata nenek. Akhirnya pernikahanpun di langsungkan. Beberapa hari lagi pernikahan akan dilangsungkan tetapi aku ada di perantauan. Dan pada waktu itu waktu yang sangat kejepit. Pasalnya beberpa hari lagi aku akan ujian.
Salami beberpa hari sebelum pernikahan itu, aku merasa tidak tenang, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menghadiri sekaligus meramaikan acara itu Selama dua hari. Dan memutuskan untuk langsung kembali ke BNA, mengingat ujian tingal 2 hari lagi.
Setahun kemudian………….…
    tak terasa, sudah satu tahun pernikahan mereka. dan sang isteri sedang mengandung. tepatnya sudah sembilan bulan. itu berari tak lama lagi waktunya untuk menunggu kehadiran anggota keluarga baru.
    hari-hari yang di tunggupun tiba. was-was, cemas gelisahpun ikut meramaikan penungguan yang terasa sangat panjang itu. tiba-tiba pintu pintu rumah sakit terbuka dan terlihat seorang dokter yang memanggil "pak surya...." katanya. dan dia langsung menuju ke hadapan dokter itu. "selamata anak anda perempuan" kata dokter itu.
     seluruh keluarga mengeroyok dokter itu. dan meminta untuk di perbolehkan untuk melihat sang CUCU yang telah di nanti-nantikan selama ini.
     
     sang nenek sangat gembira, karena akhirnya dapat dikarunia anak perempuan meskipun itu adalah cucunya.

namanya belum di buat, jadi tentang namanya nanti ya ku ceritain !!!
dan sekarang aku lagi nyari nama bagus. mw nyumbang nama siapa tahu di terima, he2 ngarep.

   
''selamat ya mak, udah jadi nenek...........





adhari.abroader: TIPS BELAJAR GIAT: "1.berusahalah untuk selalu tidak menganggap remeh pelajaran. 2.carilah motivator 3. ingatlah sama perjuangan orang tua 4. peliharalah rasa m..."
1.berusahalah untuk selalu tidak menganggap remeh pelajaran.
2.carilah motivator
3. ingatlah sama perjuangan orang tua
4. peliharalah rasa malu
5. tanamkan rasa ingin sukses dalam diri
6. sering-seringlah mengingat cita-cita.
7.bertemanlah dengan orang yang pintar atau yang bisa membangkitkan semangat
8. semuanya kembali kepada keinginan kita, apabila kita ingin sukses tentu kita akan belajar dengan giat.

selamat mencoba
Ya........ pesantren.
ketika mendengar kata-kata pesantren, pasti akan terbayang sebuah penjara iman yang penuh dengan peraturan atau disiplin. namun, memang benar begitulah adanya.
pesantren, tak pernah lepas dari : hafalan, hukuman, antrian, mengaji, dan kegiatan agama lainnya.


 
Aku tak tau mengapa merantau serasa menjadi bagian dari hidupku.Rasanya sulit bagiku untuk lepas darinya. malah kini rasa cintaku padanya serasa makin tinggi. setinggi angan ku untuk merantau lebih jauh lagi. AKU INGIN MERANTAU LEBIH JAUH LAGI. 
Kata-kata itulah yang selalu menggema dalam diri ini. bukannya aku ingin lari dari keluarga, namun aku ingin l;ari dari ketidak ingin tahuan orang yang ada di sekelilingku.

oh.... tuhan.
mudahkanlah aku meraih cita-citaku.
agar aku mampu membahagiakan keluargaku, terutama ayah dan ibuku.....