26 APRIL 2011
 Selama ini aku selalu merasa kalau aku sangat di rugikan ketika aku mengerjakan kepentingan orang lain. Aku tidak menyadari bahwa sangat banyak orang lain yang sibuk mengerjakan kepentinganku. Orang itu adalah orang tuaku.
*      Mereka telah mengorbankan waktu luangnya untuk mencari biaya sekolahku yang merupakan adalah kepentingan massa depanku.
*      Mereka melupakan kebahagiaannya demi membuat ku bahagia.
*      Mereka rela memeras keringat agar aku sebagai anaknya tidak kelparan dan kesusahan.

Kini ku baru menyadari bahwa aku telah melakukan kesalahan besar itu. Walaupun aku belum bisa berbuat Sesutdu untuk mereka setidaknya aku harus bisa mengindahkan harapannya sebagai orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anak mereka sukses.
Aku ingin pengorbanan yang telah meraka kerahkan dalam menyekolahkan ku tidak sia-sia. Uang yang tak terhitung jumlahnya telah mereka keluarkan. Air keringat yang tak terbendung telah menjadi bukti bahwa mereka benar-benar telah melakukan tugasnya sebagai orang tua.
Itu semua tak menjadi beban bagi mereka hanya saja mereka berharap :
*      “kalau kami sudah tidak sekolah, kalian jangan sampai tidak sekolah”
*      “kalau kami jadi buruh, kami ingin kamu jadi mandor”
*      “kalau kami bodoh, kami ingin kalian pintar”
*      “kalau kami hidup melarat kami ingin kamu bahagia”
Kata-kata itulah yang sering keluar dari mulut mereka yang sekaligus telah menjadi angan-angan mereka sebagai orang tua. Mungkin mereka sering marah ketika mereka kecewa melihat tingkah-tingkah kita yang kadang sangat keterlaluan. Ex : malas-malasan, keseringan main.
Itu semua karena mereka terlalu khawatir kalau kita terlalu sering berbuat begitu kita akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang telah mereka lakukan.

Renungan :
Begitu banyak pengorbanan yang telah mereka lakukan.
?????
Apa balasan kita ?????????????????????????