Tahun baru. Kata-kata yang sangat akrab terdengar ditelinga. Sungguh tak menyangka aku bisa mengawali tahun 2013 ini di Negara lain, padahal pengawal tahun lalu aku masih berada disalah satu pulau terindah di Indonesia, Pulau Sabang. 
Ntah mengapa waktu itu aku ngebet ingin mengawali tahun 2012 di pulau yang satu itu. Yang jelas seperti telah merasa bahwa aku akan jauh dari tempat itu, akupun menyempatkan diri untuk berada disana. 
Bersama dengan seorang sepupu akupun berlabuh kepulau itu. Sungguh pengalaman yang sangat istimewa, karena sebelumnya aku belum pernah menginjakkan kaki dipulau indah yang satu itu, walaupun letak Banda Aceh tempat yang telah aku tinggali selama 3 tahun itu tak begitu jauh untuk sampai ke Sabang hanya butuh 2 jam. 
Melewati malam penutup tahun di Pulau Sabang adalah pengalaman terindah bagiku. Sebelumnya aku telah mendengar desas-desus yang mengatakan bahwa Malam tahun baru adalah moment yang paling bagus untuk pergi ke Sabang karenanya aku tak mau kelewatan moment itu. 
Ternyata yang dikatakan oleh orang-orang itu benar. Satu kata yang tak pernah berhenti terucap dari mulutku ketika jarum panjang jam tepat berada di angka 12, “WOW” itu kata pertama yang terucap dari mulutku ketika Melihat dan merasakan letusan kembang api yang bisanya hanya ku lihat di TV itupun kalau ada perhalatan besar. 
Setelah malamnya berpesta kembang api dengan ria, kami tak menyia-nyiakan waktu yang kami punya untuk berkeliling sabang terutama untuk menghampiri tugu “kilometer 0” Indonesia yang terletak di Pulau Sabang itu.
Tak lupa juga untuk menjajali pantai-pantai indah pulau sabang yang tak kalah dengan pulau-pulau lain yang ada di Indonesia walaupun pengelolaannya tak sebaik seperti pulau lain yang sudah maju seperti Bali. 
Satu hal yang tak boleh ketinggalan ketika berada di Sabang, yaitu mencoba Diving atau at least Snorckling lah karena tak perlu menyelam terlalu dalam kita bisa dengan mudah menikmati keindahan bawah laut di sana. Cukup berenang satu atau 2 meter dari bibir pantai kita langsung bisa menikmati indahnya bawah laut Indonesia.
Tempat yang paling recommended untuk Snorckling di Sabang itu ada di pulau kecil yang letaknya berada tak jauh dari pantai ie bueh, salah satu pulau yang ada di Sabang namanya Pulau Rubiah.
Dalam 3 hari aku bisa merasakan 25% keindahan alam Sabang, kenapa aku katakana 25%, karena aku belum menjajali keindahan Sabang seluruhnya. Sejak saat kembali dari sabang telah tertanam cita untuk menuju ke Sabang lagi, One day lah.. 
Tahun ini, ketika januari kembali mucul aku sangat amaze bisa berada di Turki. Walaupun ada sedikit shock culture dengan suasana tahun baru disini. Disini di Turki suasana tahun baru lebih mirip Natal, disana sini kita bisa dengan mudah menemukan pohon natal. 
Ini membuat ku sedikit salah paham. Awalnya aku mengira mereka merayakan natal. Ternyata pohon natal disini hanayalah sebagai lambang dari tahun baru. Ntahlah bagaimana ceritanya. Yang jelas kalau pada tahun baru anda melihat banyak pohon natal maka itu adalah tanda tahun baru bukan untuk natalan.
Perbedaan tahun ini adalah aku tak terlalu tertarik untuk menunggu moment malam pergantian tahun. Ntah mengapa aku tak memiliki selera untuk menyaksikan apa yang terjadi pada malam pergantian tahun itu. 
Tiba-tiba mucul pesan dari teman sebangsa setanah air Indonesia-ku, isinya ajakan untuk piknik esok hari. Aku jadi makin semangat untuk tidur lebih awal. Walaupun aku sudah bisa menebak esok harinya aku pasti tetap datang terlambat juga, karena hampir sepanjang musim dingin ini selera tidur dan malas-malasanku naik 25%. Hehe..
Walaupun angin musim dingin sangat menusuk kami tetap mau melakukan piknik bersama. Manggal ayam. Asik-asikan. Dan terciptalah sebuah sejarah tahun baruku ditahun 2013 ini Manggal Ayam Bersama Teman-teman Indonesia. 
Selamat Tahun Baru. Semoga Resolusi yang telah disematkan didalam hati dapat tercapai !!
Mutlu Yıllar !!!

Suatu sore yang indah pada musim dingin.
Sudah beberapa hari hujan tak mampir ke bumi, ini adalah moment yang sangat bagus untuk menghilangkan rasa malas yang selama musim dingin tiba ikut terpakai dalam balutan baju-baju yang super dubel tebal.
Sore ini, langit terlihat begitu cerah walaupun angin musim dingin tak berhenti menggoda badan ini untuk terus berada dalam balutan selimut dan bersimpuh dibawah penghangat ruangan yang dengan keji membuat sipenggunanya kanker (kantong kering) selama musim dingin tiba.
Ahhh… (kataku)
kulempar selimut jauh-jauh, kuhentakkan kaki turun dari tempat tidur. Gosok gigi dan cuci muka seadanya aku pun mecoba untuk melihat dunia luar musim dingin.
Terasa garing ketika harus jalan sendiri, aku pun bergegas menuju apartmen teman sebangsa-ku yang kebetulan tinggal tak terlalu jauh dari rumahku. Sebenarnya aku belum mempunyai tujuan yang pasti, hanya saja berada dirumah terlalu membosankan bagiku. Yang pasti satu hal yang tak bisa kutunda lagi, Mengisi Pulsa. Tidak ada pulsa terasa seperti mati gaya.Setelah mengisi pulsa kami pun saling bertanya pendapat kemana tujuan yang paling bagus untuk sore ini.
hmm.. tiba-tiba aku teringat dengan ucapan salah seorang teman, katanya ada danau yang letaknya berada tak begitu jauh dari tempat tinggal kami, hanya saja kalau berjalan kaki lumayan terasa capai, kata-nya.
Berbicara tentang danau, ditempat kelahiranku ada sebuah danau yang sangat Indah. Karena keindahannya ada yang mengisyaratkan tempat itu sebagai serpihan tanah surga. Namanya danau Lut Tawar. Salah satu danau terbesar di Sumatra.
                                   Danau Lut Tawar, Takengen, Aceh, Indonesia
Kembali ke focus pembicaraan.
Ya sudahlah kita coba saja, kataku penuh semangat.
15 menit berjalan terlihat sebuah danau. Sepintas terlihat tak terlalu jauh. Mungkin dikarenakan letak kami pada saat melihat danau itu berada di dataran yang lebih tinggi.
Kami pun mulai menyusuri danau itu, namun semakin berjalan tenyata semakin terasa kalau danau yang kami lihat itu ternyata jauh. Ini mengingatkanku pada masa kecilku. Pada saat itu aku memilhat sebuah gunung yang paling tinggi di daerah ku, namanya Bur ni telong. Aku mengukur kejauhan gunung itu dengan telunjuk tangan yang diletakkan kedepan mata dalam posisi menunjuk, pada saat bersamaan kupicingkan sebelah mataku sehingga akan terlihat seolah-olah jauhnya gunung itu hanya pendek seperti jari. Itu terdengar sangat bodoh.
Hal yang membuatku terpaku ketika melihat danau dimanapun itu berada, danau selalu terlihat dekat seolah-olah kita bisa sampai ketepinya dalam beberapa hentakan kaki walaupun sebenarnya itu jauh.
Melihat danau membuatku terpikir akan sebuah kesuksesan, kata-kata sukses itu seperti dekat namun perjalanan yang ditempuh menuju sukses itu sangat jauh. Ada jalan panjang yang harus dilalui bahkan menemukan jalan untuk sukses juga belum cukup tapi perlu kesungguhan dan ketabahan untuk meraihnya.
Kamipun terus berjalan menuju danau itu hingga sampai ketepinya, walaupun rasa capek ikut terasa dan kecewa karena danaunya tak secantik yang kami bayangkan karena airnya sedang surut namun setidaknya itu telah mengobati rasa penasaran kami tentang keberadaan danau itu.
Begitu juga dengan Kesuksesan, kita harus mencoba menggapainya, kalaupun kesuksesan tidak sampai tergenggam didalam tangan kita setidaknya kita telah mencoba untuk meraihnya.