By http://www.facebook.com/add.harii

Selama musim dingin tiba. Aku kewalahan mengatasi masalah shalat subuh. Manusiawiku yang penuh alasan hadir dan tak kunjur pergi. Karenanya selama musim dingin shalat subuhku sering bolong. Ampuni aku ya Allah.. 

Kini setelah musim semi, aku bertekat untuk tak lagi melewatkan shalat subuh. Alarm di Hp, tak lupa ku set sebagai satu-satunya alat yang bisa membangunkanku. Masih tak sepenuhnya sembuh dari sakit tak shalat subuh, terkadang sering juga setelah alarm berbunnyi, alih-alih merebahkan diri sejenak aku malah tidur lelap tak ketolongan. huh..

Pagi ini kebetulan aku mendengar alarm yang baik itu. Sempat bepikir untuk berkata "Sebentar lagi" atau "masih ada waktu", tapi sepertinya semangat ku untuk bangun lebih dominan. OK fine, pagi ini aku bisa mengalahkan hantu blusuk yang selama musim dingin selalu mengungguliku.

Tapi, kini giliran setelah shalat subuh aku jadi bingung harus ngapain. Kalau belajar atau menghapal seperti rutinitas ku dulu di pondok, sepertinya masih sulit. Alhasil, aku kebablasan tidur setelah subuh lagi. dan endingnya berakhir dengan penyesalan karena telat ke kampus.

Pagi ini ada yang beda. No regrets. Walaupun tidur setelah subuh aku tak menyesal. aku bisa betemu ayahku dalam mimpi walaupun hanya sepersekian menit. Aku cukup bahagia ketemu dengan lelaki yang selalu mendukungku ini. Dia selalu mendukung penuh apa yang menurutku benar. Yang paling kusuka dari dia adalah dia tak pernah mendikteku, dalam memilih masa depanku.

Mimpi, yang sepersekian detik itu menggambarkan kebiasaanku ketika ku berada bersama ayah. Complainer, itulah aku. Setiap apapun yang menurutku tak benar aku pasti complain. Meskipun terkadang sifat suka ngomplain ku sudah terlalu over reacting.

Banyak hal yang sering ku complain. Dan ayahku hanya ngeles. Contohnya saja, dulu aku pernah complain tentang terlalu murah hatinya ayah ku yang membuat setiap pekerjaannya berakhir dengan stuck di satu posisi saja. Tidak maju. Tidak Mundur. Pekerjaan ayah yang tak jauh dari keharusan untuk besikap profesional membuatnya sulit untuk tampil sebagai pemenang. Jadilah ayah yang keeps on his simplicity. "Seharusnya ayah jangan sering memberikan kesempatan kepada orang untuk mengutang, jadi ayah tidak harus bersikat serba salah dan merasa kesulitan ketika menagih" begitulah kira-kira bunyi salah satu complainan ku dan ayah tetap menjawab " Yah, membantu orang kan tidak ada salahnya".

Untuk pagi ini, aku complain tentang Package kopi yang aku pesan. Beberapa hari lalu aku pesan kopi untuk disuguhkan pada pameran international di kampus bulan depan. Kami mahasiswa Indonesia di sini tidak lupa untuk ambil bagian. dan aku juga ingin mengenalkan kopi yang adalah penghidup masyarakat dikampungku sejauh ini. "Yah, ini kok packagenya gak bagus. Seperti ini itu tidak menjual. Sebenarnya Pack nya sudah bagus, cuma labelnya yang kurang. Tidak match". berbeda dari sebelumnya, dimimpi itu ayah setuju denganku. Aku senang sekali. Dan..... tidur ba'da subuhku tak kebablasan. ku lihat jam menunjukkan pukul 7.54. Aku masih berkesempatan untuk mandi. Semangat ku pagi ini Full 100%. Rasanya seperti betre Hp yang full charge 100%!




Those all are the places where I spend the whole of my noon. Observing the natives does their activities. Some takes rest, some playing with their family members. Even, some else played with their friendly pets. A couple young sit down there hugging, fusing attention. Oh this is life. The wheels will keeps circling. All sensations Sour, Sweet, bitter flowed together. Chase as far as you could !