Showing posts with label #AASJourney. Show all posts
Showing posts with label #AASJourney. Show all posts


Berita gembira! Pendaftaran beasiswa Australia Awards, atau biasanya dikenal dengan AAS, sebentar lagi akan dibuka. Menurut laman resmi Australia Awards Indonesia, pendaftaran untuk intake 2022 akan dibuka per 1 Februari 2021 dan tutup pada tanggal 31 April 2021. 

Sumber: https://www.australiaawardsindonesia.org/content/31/12/important-dates?sub=true

Nah, dengan tanggal pendaftaran yang sudah sangat dekat, tentu banyak sekali pertanyaan-pertanyaan. Berikut saya rangkum pertanyaan-pertanyaan yang sering saya dapat. 


Apakah sertifikat bahasa selain IELTS diterima? 


Jawaban untuk pertanyaan ini sebenarnya sudah sangat jelas sekali di website resmi Australia Awards Indonesia (klik di sini). 

  • For Master’s applicants, have an English language proficiency of at least 5.5 in IELTS (or 525 in paper-based TOEFL or 69 in internet based TOEFL or 46 in PTE Academic). For applicants from GFAs and people with disabilities, have an English language proficiency of at least 5.0 in IELTS (or 500 in paper-based TOEFL or 59 in internet based TOEFL or 38 in PTE Academic).
  • For PhD applicants, have an English language proficiency of at least 6.0 in IELTS (or 550 in paper-based TOEFL or 79 in internet based TOEFL or 54 in PTE Academic).
  • The IELTS, TOEFL or PTE Academic result must be current (a test result obtained in April 30, 2018 until June 30, 2020 will be considered current). No other English language test (including TOEFL prediction test) results will be accepted.

Jadi, sudah jelas ya, AAS juga menerima sertifikat bahasa selain IELTS untuk tahap administrasi. Tetapi, kalau lolos ke tahan wawancara, nanti wajib ikut tes IELTS yang resmi. Tenang saja, biaya tes IELTS untuk tahap wawancara akan ditanggung oleh pihak AAS. Jadwal dan lokasi IELTS akan dikirim selang beberapa waktu setelah email konfirmasi bahwa anda masuk dalam daftar shortlist.


Apakah perlu punya letter of acceptance (LoA) kampus untuk daftar AAS?

Tidak perlu. Tim Australia Awards Indonesia (AAI) akan membantu proses daftar kampus setelah kita terkonfirmasi lolos beasiswa AAS. 


Jadi timeline-nya begini. Pertama, pastika lolos AAS dulu. Setelah lolos AAS, nanti ada sesi pre departure training (PDT). Nah, pendaftaran kampus akan di proses di sesi PDT ini. Sebelum daftar kampus, pihak AAS memberikan kesempatan bagi awardee untuk memastikan bahwa pilihannya sudah tepat. Untuk itu, akan ada satu hari yang disebut University Day, dimana perwakilan kampus-kampus yang ada di Australia akan berkumpul di suatu ballroom hotel dan siap ditanyai oleh para awardee. Setelah itu, baru kita mengisi formulir online yang menyatakan tiga preferensi akhir kampus kita. Tim AAI akan mendaftarkan sesuai dengan formulir tersebut. 


Apakah preferensi kampus boleh berubah dari formuliar awal pendaftaran? 

Boleh. Itulah gunanya University Day, untuk memantapkan pilihan kita. Sebagai tambahan, di University Day juga akan ada seorang konsultan pendidikan profesional yang akan membantu, kalau rasanya masih ragu. Perwakilan kampus tentu bias ya. Untuk itu, kita bisa konfirmasi ke konsultan pendidikan kebenarannya.


Apa itu PDT?

PDT adalah singkatan dari pre departure training. Setiap awardee yang sudah dinyatakan lolos akan mengikuti PDT. Lokasi PDT ada 2: di IALF Jakarta dan IALF Bali. Didalam PDT ini kita akan belajar academic writing, diajar oleh native speaker langsung. Selain itu, kita juga akan mendapat kelas budaya agar nanti tidak culture shock masuk ke Australia. Bagi yang IELTSnya belum memenuhi persyaratan kampus akan mendapatkan kursus IELTS lagi. Diakhir PDT akan tes IELTS lagi (tentunya dibiayai oleh AAS). 

Berapa lama ikut PDT ditentukan oleh nilai IELTS. 
  • 7 minggu = overall score IELTS diatas 6.5 dengan semua band diatas 6
  • 9 minggu = overall score IELTS 6.5 tetapi masih ada band yang dibawah 6 
  • 4.5 bulan = overall score IELTS dibawah 6
  • 7 bulan = overall score IELTS dibawah 5.5
  • 9 bulan = overall score IELTS dibawah 5 
Sebagai tambahan, pihak AAI hanya mendanai tes IELTS 2 kali, pas wawancara dan setelah PDT. Jika nilai score masih kurang dari yang diminta oleh kampus, kita menanggung sendiri. 

Australia Awards Scholarship 


Apakah stipend yang disediakan cukup?

Kalau untuk single cukup sekali, bahkan bisa menabung. Kalalu untuk keluarga mungkin akan sangat pas-pasan sekali, atau bahkan kurang. Biasanya untuk yang berkeluarga, salah satu pasangan akan mencari pekerjaan tambahan. 

Berapa stipend yang diberikan?

Sipend diberikan per dua minggu sejumlah A$1,150,80. 

Apa saja "benefit" yang diberikan? 

Ada banyak sekali. 
  1. Tim AAS mendampingi semua proses. Kebanyakan beasiswa hanya menyediakan pendanaan. Namun si awardee harus mengurus segala seperti daftar kampus, visa, check up kesehatan dan lain-lain sendiri. Kelebihan dari AAS adalah, semua dibantu oleh tim AAI. 
  2. Biaya transportasi dan penginapan selama wawancara dan tes IELTS. 
  3. Biaya Tes IELTS (2x)
  4. Stipend selama PDT di Jakarta atau Bali 
  5. Biaya transportasi dari dan ke lokasi PDT
  6. Biaya medical check up
  7. Biaya visa 
  8. Establishment allowance saat pertama kali sampai di Australia sejumlah A$5000. 
  9. Bi-weely allowance 
  10. Medical insurance 
  11. Mendapatkan student contact office (SCO) yang akan membantu kita selama berada di Australia 
  12. Biaya kursus tambahan kalau misalkan struggle pas kuliah (untuk ini nanti bekomunikasi langsung dengan SCO)
  13. Biaya ikut conference (berkomunikasi langsung dengan SCO)
  14. Biaya reunion fair bagi yang single dan yang tidak bawa keluarga. Fasilitas ini baru bisa digunakan setelah 1 tahun di Australia. Berhubung sedang COVID, kami belum bisa menikmati fasilitas ini. 

Berapa kisaran biaya akomodasi?

Disini saya secara khusus menggambarkan biaya akomodasi di kota Canberra, ya! Untuk di Canberra sendiri, semakin jauh dari pusat kota, semakin murah. Ada tiga pilihan akomodasi:
  1. Shared house: kirasannya A$175-250 per minggu
  2. Studio : A$350-500 per minggu
  3. On campus accommodation : A$245-400*
*Untuk akomodasi on campus bervariatif. Ada yang berbentuk studio, kamar mandi dan dapur didalam. Tentu harganya lebih mahal. Ada juga yang kamar sendiri, tetapi dapu dan kamar mandi share. Pilihan ini lebih murah. 

Apakah ada biaya tanggungan keluarga? 

Tidak ada. Jumlah stipend sama bagi yang single dan yang sudah bekeluarga. Tetapi, visa masuk ke Australia untuk anggota keluarga akan digeratiskan. 


Sekian dulu FAQ kali ini. Kalau masih ada pertanyaan lain, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini. Nanti saya akan coba jawab. Terimakasih. 


Awardee AAS dari berbagai negara angkatan 2020



Dislaimer: 
FQA diatas saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya mendaftar AAS di tahun 2018 dan berangkat ke Australia di tahun 2020. Ada kemungkinan beberapa informasi telah berubah. Untuk itu, harap membaca sumber lain juga, untuk memastikan bahwa anda mendapatkan informasi terbaru.  

Pre Departure Training Journey - University Information Day

Satu dari banyak hal yang membuat beasiswa Australia Awards berbeda dari beasiswa lainnya adalah perhatian yang sangat men-detail terhadap kebutuhan awardee. Jika beasiswa lain hanya menyediakan bantuan secara finansial, beasiswa Australia Awards memfasilitasi setiap proses yang dilewati oleh awardee, mulai dari fase pendaftaran, wawancara, pra-keberangkatan, saat berada di Australia, sampai saat kembali ke negara asal. 

Kali ini saya ingin sedikit membahas tentang salah satu fasilitas yang disediakan oleh Australia Awards di fase pra keberangkatan: university information day!

Jika beasiswa lain mengharuskan awardee untuk mencari kampus atau LoA (letter of acceptance) sendiri, Australia Awards malah sebaliknya. Awardee tidak diperkenankan untuk mendaftar sendiri. Pendaftaran kampus dilakukan langsung oleh pihak Australia Awards dengan jalur tersendiri. Dengan sedikit pengecualian untuk calon mahasiswa PhD yang memang harus memiliki dosen pembibing terlebih dahulu. Jadi mereka bisa melakukan kontak dengan kampus tujuan lebih awal. Itu pun nanti akan dikomunikasikan ulang oleh Australia Awards.

Salah satu alasan mengapa seperti ini, karena, lagi-lagi, ini berkaitan dengan fasilitas yang disediakan oleh Australia Awards. Khusus untuk awardee Australia Awards, DFAT menyediakan fasilitas berupa SCO atau Student Contact Officer yang akan melayani semua kebutuhan awardee dan juga menjadi jembatan antara kampus dan DFAT. Nah, jika mendaftar sendiri asumsi saya mungkin SCO tidak akan mendapatkan notice dan bisa saja tidak bisa menikmati fasilitas ini. 

Jika proses pendaftaran kampus saja sudah dianggap luar biasa, tunggu dulu! Itu belum seberapa. Bukan hanya Australia Awards membantu proses pendaftaran kampus, tetapi juga membantu awardee untuk menentukan pilihan. 

Banyak kasus ketika proses pemilihan kampus awardee bingung menentukan pilihan. Informasi di website kampus memang bisa dijadikan acuan. Tetapi terkadang tampilan website yang membingungkan bisa membuat calon mahasiswa kehilangan informasi penting. Untuk menghindari hal tersebut Australia Awards menyediakan satu hari khusus yang disebut University Information Day, dimana representatif kampus-kampus yang ada di Australia dihadirkan disatu lokasi (dalam hal ini Ballroom Ayana Hotel) dan awardee bisa berkonsultasi langsung dengan kampus-kampus tujuan. Setiap awardee diwajibkan berkonsultasi minimal dengan 5 universitas.

Mengerti bahwa ada kemungkin awardee bingung harus mengintrogasi apa saja kepada representatif kampus, di hari jumat sebelumnya awardee sudah dibekali sesi persiapan bertemu dengan represetatif kampus oleh professional college couselor Victor Callan. Bahkan dihari yang sama Victor Callan juga standby dilokasi dan membuka sesi counseling. 

Saya sendiri memilih untuk berkonsultasi dengan 5 kampus: UQ, Unimelb, Usyd, ANU dan UNSW. Bukan urutan berdasarkan preferensi. 

Apakah setelah konsultasi membantu saya dalam menentukan pilihan? Tentu saja! Apakah ada teman-teman yang tambah bingung? Pasti ada. Karena kampus di Australia memang menawarkan program dan keunggulannya masing-masing. Kalau masih bingung bagaimana? Tenang saja. Besok ada sesi khusus yang disebut post course counseling dimana para awardee yang masih bingung atau yang kemarin tergoda bukan karena kebutuhan pengembangan diri tapi tawaran-tawaran lainnya bisa kembali diberikan insight oleh Victor Callan. 

Pilihan saya apa? Let's wait and see! 

PDT hari pertama baru saja selesai beberapa menit yang lalu. Padahal baru jam 14.59. Saya sudah membayangkan bahwa PDT akan berlangsung dari pagai sampai sore. Minimal, dalam pikiran saya, sampai jam 16.00 lah. Ternyata saya salah :D

Banyak sekali informasi yang disampaikan di hari pertama PDT hari ini.

Saya berangkat dari kost-an menuju Menara Selatan, Plaza Kuningan (lokasi IALF Jakarta) pada jam 06.55. Saya ingat sekali detail jam ini karena saya bertanya apakah saya berangkat terlalu awal. Lalu saya memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.

Saya berjalan kaki dengan tempo yang cukup pelan, mengingat orientasi baru akan mulai jam 8.00. Artinya saya masih punya waktu sekitar 2 jam. Menurut google maps, IALF dapat ditempuh dalam waktu 13 menit dari lokasi kost-an saya. Dipertengahan jalan saya memutuskan untuk mampir ke Family Mart dibelakang gedung Setiabudi Atrium membeli plaster untuk telapang lengan saya yang memiliki bekas luka gatal. Mungkin alergi air.

Saya pun melanjutkan perjalanan. Telinga ditutupi earphone dengan musik dari spotify saja. Sepanjang perjalanan Comfortably Numb, Dickie, American Girl, Yilar Sonra dan lain-lain pun bergema.

Saya sampai di IALF jam 06.40. Tidak apa-apa, gumam saya. Nggak terlalu cepat kok.

Di IALF sudah ada beberapa rekan awardee AAS yang duduk di ruang auditorium. Saya pun memanfaatkan waktu untuk berkenalan.

Jam 08.00, beberapa bapak-bapak berawakan Caucasian sudah menduduki kursi yang berjejer didepan kursi para awardee. Setelah berkenalan kami pun mengenal bahwa mereka adalah guru yang akan mengajar selama PDT dan perwakilan dari Australia Awards Indonesia.

Seorang wanita paruh baya yang memperkenalkan dirinya sebagai Simone pun maju ke podium dan membuka acara. Beliau memperkenalkan semua orang yang ada dihadapan kami dilanjutkan dengan ucapan selamat datang. Wajahnya sangat sumringah. Sulit rasanya untuk tidak ikut tersenyum ketika ia mengatakan "it's so good to see smiley faces around." Dia juga tidak lupa mengingatkan  betapa beruntungnya kami telah terpilih menjadi bagian dari program beasiswa yang sangat prestigious ini.

Selanjutnya Simone mempersilahkan Daniel, director Australia Awards Indonesia untuk menyampaikan sambutan. Tidak ada kesan formal sama sekali. Kami dibuat sangat nyaman dengan format orientasi yang dipersiapkan.

Daniel mengatakan bahwa dia sangat senang bisa setiap tahun menyematkan senyum diwajah orang-orang seperti kami. Sama seperti Simone, Daniel juga mengingatkan betapa beruntungnya kami telah lolos salah satu beasiswa prestigious dan kompetitif ini. "Setiap tahunnya ribuan orang mendaftar dan kalian terseleksi masuk, merupakan sebuah pencapaian."

Daniel melanjutkan sambutannya dengan menceritakan perjalanan beasiswa yang diberikan pemerintah Australia yang sudah di mulai sejak tahun 50an. Walaupun dengan nama yang berbeda. Hingga kini, lanjut Daniel, ada sekitar 15.000 alumni beasiswa pemerintah Australia yang tersebar diseluruh Indoneisa. Dan itu hanya data yang tercatat. Masih banyak lagi yang belum tercatat.

Tujuan dari beasiswa ini ada 3, kata Daniel. Pertama, untuk perkembangan skill masing-masing dari awardee. Kedua, untuk membantu pembangunan Indonesia untuk mencapai potensinya agar menjadi world economic power. Dan yang ketiga, untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia.

Daniel menutup sambutannya dengan meminta kami agar tidak bergerak. Daniel memoto kami yang berjumlah sekitar 130-an dengan panorama.

Sambutan selesai selanjutnya coffee break selama 15 menit.

Setelah break Simone kembali melanjutkan orientasi dengan menjelaskan fasilitas yang diberikan oleh IALF dan juga kurikulum yang akan dipelajari oleh awardee selama PDT.

"Untuk fasilitas, setelah in kalian akan akan dibawa berkeliling perpustakaan oleh Rina dan Lab Komputer dengan Adi.

Sekarang mengenai metode belajar, IALF akan menggunakan Task-based, Skill-based, Theme Based, Communicative, Lerner Centred, Learning Centred approach dan Development Oriented. Semua metode ini saling berintegrasi"

Selanjutnya Simone juga menceritakan dengan detail mengenai komponen pembelajaran yang terdiri dari General English, Academic English dan IELTS preparation. Selain itu, program PDT juga terfokus pada Critical Literacy, Learning Strategy and Study Skills, Cross-cultural Studies, Information Literacy Skills dan Computer Skills. 

Assessment and evaluation. Sepanjang PDT, peserta PDT akan mengerjalkan beberapa tugas seperti essai 500 kata, academic paper 1500-2000 kata, 5-8 minutes seminar presentation, dan poster presentations.

Class Schedule. Untuk peserta 9W, Senin sampai Kamis, kelas akan belangsung dari jam 07.00 sampai dengan jam 01.00. Sedangkan untuk hari Jumat, kelas akan berlangsung dari jam 08 sampai dengan jam 02.00.

Tentu Simone juga tidak lupa untuk mengingatkan beberapa rules seperti datang tepat waktu, menginformasikan guru dan Simone ketika ada situasi urgent yang memaksa untuk absen, menyelesaikan tugas tepat waktu, memeriksa canvas online classroom setiap hari dan lain-lain.

Sebelum selesai Simone memberikan gambaran tentang kegiatan besok yaitu sesi konsultasi mengenai pilihan kampus dengan Victor Callan.

Sesi Simone pun berakhir.

Selanjutnya orientasi fasilitas yang ada di IALF Jakarta. Sebelumnya peserta 9W diminta untuk berdiam diruang auditorium untuk mendapatkan giliran foto ID IALF, pembagian tas dan AAS handbooks.

Secara keseluruhan fasilitas yang ada di IALF Jakarta ada perpustakaan dengan koleksi buku dengan topik pembelajaran Bahasa Inggris yang lengkap. Yang paling saya suka adalah pencahayaan perpustakaanya. Berhubung saya tinggal di kost-an yang tidak ada akses terhadap sinyal matahari, ketika melihat ini adalah sebuah anugerah.

Selanjutnya ada Lab komputer dimana peserta PDT bisa mengerjakan tugas. Tapi satu syarat penggunaan Lab Komputer, harus ada supervisi. Selain di Lab Komputer, peserta PDT atau peserta kursus IALF bisa menggunakan komputer yang ada di perpustakaan.

Peserta PDT juga akan mendapatkan fasilitas ID card, alamat email baru yang nantinya akan digunakan untuk berbagai macam kebutuhan seperti log in ke canvas online classroom, menggunakan xerox di perpustakaan dan log in wifi.

Untuk penggunaan xerox tidak gratis. Untuk print hitam putih dihargai 250,- per lembar. Sedangkan warna, 2500 per lembar. Di awal akun sudah di isi saldo berjumlah sekitar 56.000,- ketika saldo habis bisa di isi ulang di lobby.

Peserta diberikan detour semua fasilitas. Jujur saya sangat merasa terkesima. Saya merasa sangat di fasilitasi dengan baik.

Saat sesi Simone kami juga diberikan satu folder dengan isi lembaran informasi mengenai apa yang sudah disampaikan Simone. Semuanya di kompilasi dengan sangat rapih. Jujur, lagi-lagi, saya sangat terkesima dengan kedetail-an orientasi ini.

Semakin bersemangat untuk hari kedua!


Three graduated students holding hands together
Courtesy of AAI (https://www.australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards)

Besok tanggal 05 September 2019 akan menjadi awal untuk bab kehidupanku selanjutnya. Walaupun sempat menunda (defer) selama satu tahun - saya lulus seleksi beasiswa AAS intake 2019 atau dapat pengumuman di bulan Agustus 2018 - akhirnya di September 2019 ini saya bisa melanjutkan proses-proses yang disyaratkan untuk mendapatkan beasiswa atau berangkat ke Australia.

Sebagai gambaran, berikut langkah untuk beasiswa AAS (Australia Awards Scholarship):

1. Tahap Seleksi

1.1. Seleksi Tahap 1
Seleksi beasiswa AAS terdiri dari 2 tahapan. Tahap pertama adalah seleksi administrasi dan essay yang di lakukan secara online. Para kandidat dapat mengisi formulir dan menjawab pertanyaan essai di website DFAT : https://oasis.dfat.gov.au/. Seleksi tahap satu setiap tahunnya berlangsung relatif konsisten yaitu dari bulan Februari sampai dengan April.

Untuk persyaratan dokumen dapat di lihat di website resmi AAI (Australia Awards Indonesia) : https://www.australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards

1.2 Seleksi Tahap 2
Setelah menyelesaikan seleksi tahap 1 atau seleksi administrasi dan essai, para kandidat akan mendapatkan hasil seleksi tahap satu (shortlisted notification) sekitar bulan Juni/Juli. Saya sendiri mendapatkan shortlisted confirmation email tanggal 16 Juni 2018.

Tahap selanjutanya adalah test IELTS dan wawancara. Keduanya telah di atur oleh pihak AAI (Australia Awards Indonesia). Di dalam email konfirmasi telah dicantumkan hari dan lokasi tes IELTS maupun wawancara. Bagi yang telah mencantumkan sertifikat IELTS dan umur sertifikat belum lebih dari tiga bulan dapat mengajukan untuk tidak mengikuti tes IELTS yang telah disiapkan.

Sesi wawancara IELTS berlangsung maksimum 10 - 15 menit. Ada 2 penguji yang terdiri dari 1 doktor dari salah satu kampus di Australia dan 1 doktor dari salah satu kampus di Indonesia yang juga merupakan alumni AAS.

Sesi wawancara saya berlangsung selama kurang dari 10 menit. Tidak usah panik seperti saya dulu. Panjang dan pendeknya wawancara tidak menentukka apakah wawancara kalian berjalan dengan baik atau buruk. 

Untuk materi wawancara, tidak akan jauh dari semua yang tertera didalam aplikasi. Jadi jangan lupa untuk menyimpan copy dari aplikasi yang telah kamu submit. Sebagai tips, coba perkirakan vulnerable spot kamu dalam aplikasi. Kemungkinan besar penguji akan fokus pada spot tersebut. Bisa jadi berupa cross major, tidak adanya pengalaman kerja, pilihan kampus sampai tujuan paska kuliah.

Sesi wawancara biasanya berlangsung sebulan setelah email shorlisted dikirim. Namun beberapa kasus seperti tahun 2019 ini wawancara berlangsung 3 minggu setelah kandidat mendapatkan email.

2. Pengumuman Kelulusan (Selection Outcome)

Setelah melewati tahap satu dan tahap dua, selanjutnya adalah menanti hasil kelulusan. Hasil kelulusan bisanya diumumkan di minggu ketiga Agustus. Namun, lagi-lagi tidak ada garansi bahwa pengumuman akan sama setiap tahunnya. Tahun 2019 ini, misalnya, hasil akhir di umumkan di tanggal 28 Agustus 2019. Tahun sebelumnya, tahun 2018, pengumuman hasil akhir kebetulan keluar di tanggal 28 Agustus 18 juga. Dan tahun sebelumnya lagi, sejauh yang kami dengar, keluar di pertengahan Agustus. Apapun itu, hasil akan kelaur di bulan Agustus.


3. Pre Departure Training

Selamat! Kamu telah berhasil lolos seleksi beasiswa AAS. Namun perjuangan belum tuntas. Setelah kedua tahap seleksi, tahap selanjutnya adalah Persiapan Keberangkatan.

Durasi persiapan keberangkatan tergantung dengan nilai IELTS yang kamu dapatkan. Secara umum ada 4 group PDT:

1. 7 Minggu = Overall IELTS di atas 6.5 dengan minimum score setiap band
2. 9 Minggu = Overall IELTS 6.5 dengan salah satu score dibawah 6
3. 4.5 Bulan =  Overall IELTS 6 atau kurang
4. 7 Bulan = Overall IELTS 5.5 atau kurang
5. 9 Bulan = IELTS 5

Lokasi PDT sendiri ada 2: IALF Jakarta dan Bali. Bagi teman-teman yang berasal dari Indonesia bagian barat akan mengikuti PDT di IALF Jakarta. Sedangkan teman-teman yang berasal dari timur Indonesia akan mengikuti PDT di Bali. Ada pengecualian. Untuk kadidat PhD secara keseluruhan akan mengikuti PDT di Jakarta.

Di PDT belajar apa saja? Besok akan saya cari tahu dulu, ya!